2 Langkah Merubah Kebiasaan Buruk

Apakah kamu mempunyai kebiasaan buruk dan ingin merubahnya ? Tentu saja kamu ingin merubahnya ke arah yang lebih baik. Tetapi kamu bingung, tidak tahu apa yang harus dilakukan?

Banyak orang berpendapat bahwa merubah kebiasaan buruk sulit dirubah. Bahkan bagi sebagian orang hal itu tidak mungkin dilakukan. Mereka berpendapat, kebiasaan adalah suatu sistem perilaku yang telah paten dari diri seseorang untuk merespon suatu situasi. Itu benar, tetapi tidak bisa dijadikan alasan untuk tetap melakukan kebiasaan buruk jika kamu ingin menjadi pribadi yang baik.

Saya sangat setuju dengan pedapat mereka tentang pengertian kebiasaan tersebut. Tetapi ada suatu titik yang terlupakan bagi mereka. Bahwa sebelum kebiasaan buruk itu terbentuk, kita bisa melakukan apa saja untuk merespon sebuah situasi. Dan jangan lupa, kebiasaan baik juga merupakan kebiasaan. Sehingga kebiasaan baik bisa juga ditumbuhkan dalam diri seseorang.

Baik. Inilah 2 hal yang bisa kamu lakukan untuk merubah kebiasaan buruk. Tetapi sebelum kamu membaca, saya ingin menyampaikan nasehat. Kita sedang berbicara tentang merubah kebiasaan, itu merupakan bentuk perilaku. Jadi tidak ada gunanya bagimu jika hanya membaca artikel ini. Sebaiknya, kamu mempraktekkannya dalam kehidupan sesungguhanya.

1. Membuat daftar kebiasaan yang ingin dirubah

Jika kamu mempunyai niat untuk berubah, kamu pasti tahu apa yang ingin dirubah. Jika kamu baru membaca artikel ini, kemudian sadar ingin merubah kebiasaan buruk kamu. Maka buatlah daftar kebiasaan buruk yang ingin dirubah.

Jangan lupa, buat target kapan kebiasaan itu akan berubah. Hilang, bersih dan tak tampak lagi dalam kehidupanmu.

2. Identifikasi SWOT

Dalam dunia manajemen strategi, mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman sangat diperlukan. Karena itu akan menjadi faktor keberhasilan bisnis. Itu juga bisa kamu terapkan dalam kasus ini. Misalkan kamu mempunyai kebiasaan merokok. Kamu bisa menulis; saya mempunyai peluang rumah saya cukup jauh dengan kios rokok. Hambatan yang ada teman-teman saya sering mengajak saya merokok. Kekuatan saya yang bisa saya gunakan saya mempunyai motivasi yang kuat untuk berubah. Dan kelemahan saya, saya sering tidak merasa enak kalau sehabis makan tidak merokok.

Tentu saja analisa SWOT tidak sesederhana itu. kamu butuh identifikasi yang konkrit sehingga bisa menentukan strategi yang bisa kamu gunakan.

foto credit: tecnohugs.com

 

Leave a Reply