<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lifehacks &#187; Guest Writers</title>
	<atom:link href="http://lifehacks.web.id/category/guest-writers/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lifehacks.web.id</link>
	<description>Just another WordPress site</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 May 2012 00:36:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>3 Kunci Untuk Mencapai Apa Yang Anda Inginkan</title>
		<link>http://lifehacks.web.id/3-kunci-untuk-mencapai-apa-yang-anda-inginkan</link>
		<comments>http://lifehacks.web.id/3-kunci-untuk-mencapai-apa-yang-anda-inginkan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2012 09:16:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaiful Bahri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Writers]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[kunci sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifehacks.web.id/?p=1124</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Anda mempunyai proyek baru hari ini? Apa kah Anda ingin menjadi pribadi yang lebih baik? Apa kah Anda ingin memulai sebuah kehidupan baru? Yang membuat Anda bahagia, senang menjalani kehidupan? Antusias. Sebuah kata yang seringkali membuat saya ngeri sekaligus ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah Anda mempunyai proyek baru hari ini? Apa kah Anda ingin menjadi pribadi yang lebih baik? Apa kah Anda ingin memulai sebuah kehidupan baru? Yang membuat Anda bahagia, senang menjalani kehidupan?</p>
<p><strong>Antusias.</strong> Sebuah kata yang seringkali membuat saya ngeri sekaligus kagum.</p>
<p>Saya selalu terpesona kepada beberapa proyek, tetapi sayang tidak terealisasi. Padahal, orang-orang memulai mengerjakan sesuatu dengan sebuah tujuan yang jelas.</p>
<p>Mengerjakan sebuah proyek atau berusaha mencapai tujuan, membutuhkan sesuatu yang lebih dari sekedari motivasi. Bagi saya, itu melebihi ketelitian, dedikasi dan tekad. Seseorang tidak akan menjadi sukses hanya karena mereka termotivasi.</p>
<p>Seseorang menjadi sukses karena mereka fokus, semacam emosi yang membuat mereka terbakar ketika bekerja. Tentu, antusias juga mereka miliki. Jadi pertanyaannya: bagaimana membuat diri kita benar-benar fokus?</p>
<p><strong>1. Perencanaan</strong></p>
<p>Dengan perencanaan, bertanyalah kepada diri sendiri dengan pertanyaan yang tepat: Apakah Anda yakin dengan langkah Anda? Apa yang Anda coba gunakan dengan proyek tersebut? Apakah Anda merasa senang dengan proyek itu?</p>
<p>Anda harus jujur mengevaluasi jumlah waktu dan energi yang Anda dedikasikan untuk proyek tersebut.</p>
<p><strong>2. Konsisten</strong></p>
<p>Ketika semangat hilang, orang cenderung untuk menunda-nunda apa yang seharusnya mereka lakukan. Ketika beberapa bulan saya membuat blog baru, saya berusaha untuk tetap konsisten dengan tujuan bahwa blog tersebut harus segera siap untuk dipublikasikan.</p>
<p>Waktu sangatlah berharga. Jadi, ketika Anda tahu sudah waktunya bekerja, itu berarti sudah waktunya Anda bekerja. Menyelesaikannya sekarang juga. Anda tahu rasa bahagia kita, ketika kita mencentang list kerja dan melihatnya kian waktu kian dekat kita dengan apa yang kita inginkan.</p>
<p><strong>3. Meninjau Sasaran Anda</strong></p>
<p>Sasaran adalah tujuan, dengan mencapainya kita dapat memastikan, atau memperkirakan kesuksesan kita. Semakin sempurna kita mencapai semakin dekat lah kita kepada tujuan.</p>
<p>Berikut pertanyaan yang bisa membantu Anda: Bagaimana pekerjaan Anda membuat Anda mencapai sasaran? Apakah itu efisien? Apakah ada taktik lain yang lebih efektif, yang bisa Anda gunakan?</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifehacks.web.id/3-kunci-untuk-mencapai-apa-yang-anda-inginkan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>2 Langkah Merubah Kebiasaan Buruk</title>
		<link>http://lifehacks.web.id/2-langkah-merubah-kebiasaan-buruk</link>
		<comments>http://lifehacks.web.id/2-langkah-merubah-kebiasaan-buruk#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 00:47:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaiful Bahri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Writers]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan buruk]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifehacks.web.id/?p=990</guid>
		<description><![CDATA[Apakah kamu mempunyai kebiasaan buruk dan ingin merubahnya ? Tentu saja kamu ingin merubahnya ke arah yang lebih baik. Tetapi kamu bingung, tidak tahu apa yang harus dilakukan? Banyak orang berpendapat bahwa merubah kebiasaan buruk sulit dirubah. Bahkan bagi sebagian ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align: left;">Apakah kamu mempunyai kebiasaan buruk dan ingin merubahnya ? Tentu saja kamu ingin merubahnya ke arah yang lebih baik. Tetapi kamu bingung, tidak tahu apa yang harus dilakukan?</p>
</blockquote>
<p>Banyak orang berpendapat bahwa merubah kebiasaan buruk sulit dirubah. Bahkan bagi sebagian orang hal itu tidak mungkin dilakukan. Mereka berpendapat, kebiasaan adalah suatu sistem perilaku yang telah paten dari diri seseorang untuk merespon suatu situasi. Itu benar, tetapi tidak bisa dijadikan alasan untuk tetap melakukan kebiasaan buruk jika kamu ingin menjadi pribadi yang baik.</p>
<p>Saya sangat setuju dengan pedapat mereka tentang pengertian kebiasaan tersebut. Tetapi ada suatu titik yang terlupakan bagi mereka. Bahwa sebelum kebiasaan buruk itu terbentuk, kita bisa melakukan apa saja untuk merespon sebuah situasi. Dan jangan lupa, kebiasaan baik juga merupakan kebiasaan. Sehingga kebiasaan baik bisa juga ditumbuhkan dalam diri seseorang.</p>
<p>Baik. Inilah 2 hal yang bisa kamu lakukan untuk merubah kebiasaan buruk. Tetapi sebelum kamu membaca, saya ingin menyampaikan nasehat. Kita sedang berbicara tentang merubah kebiasaan, itu merupakan bentuk perilaku. Jadi tidak ada gunanya bagimu jika hanya membaca artikel ini. Sebaiknya, kamu mempraktekkannya dalam kehidupan sesungguhanya.</p>
<p><strong>1. Membuat daftar kebiasaan yang ingin dirubah</strong></p>
<p>Jika kamu mempunyai niat untuk berubah, kamu pasti tahu apa yang ingin dirubah. Jika kamu baru membaca artikel ini, kemudian sadar ingin merubah kebiasaan buruk kamu. Maka buatlah daftar kebiasaan buruk yang ingin dirubah.</p>
<p>Jangan lupa, buat target kapan kebiasaan itu akan berubah. Hilang, bersih dan tak tampak lagi dalam kehidupanmu.</p>
<p><strong>2. Identifikasi SWOT</strong></p>
<p>Dalam dunia manajemen strategi, mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman sangat diperlukan. Karena itu akan menjadi faktor keberhasilan bisnis. Itu juga bisa kamu terapkan dalam kasus ini. Misalkan kamu mempunyai kebiasaan merokok. Kamu bisa menulis; saya mempunyai peluang rumah saya cukup jauh dengan kios rokok. Hambatan yang ada teman-teman saya sering mengajak saya merokok. Kekuatan saya yang bisa saya gunakan saya mempunyai motivasi yang kuat untuk berubah. Dan kelemahan saya, saya sering tidak merasa enak kalau sehabis makan tidak merokok.</p>
<p>Tentu saja analisa SWOT tidak sesederhana itu. kamu butuh identifikasi yang konkrit sehingga bisa menentukan strategi yang bisa kamu gunakan.</p>
<p><em>foto credit: tecnohugs.com</em></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifehacks.web.id/2-langkah-merubah-kebiasaan-buruk/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Enterpreneur for Dummy</title>
		<link>http://lifehacks.web.id/tantangan-hidup-menjadi-seorang-enterpreneurship</link>
		<comments>http://lifehacks.web.id/tantangan-hidup-menjadi-seorang-enterpreneurship#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2011 02:51:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>puji</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Writers]]></category>
		<category><![CDATA[Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[enterpreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifehacks.web.id/?p=850</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kehidupan, banyak sekali pilihan yang disuguhkan, apalagi di dunia pekerjaan, kita bebas memilih mau menjadi apa kelak. Jika anda adalah tipe orang yang menyukai tantangan dan tidak mudah menyerah, anda pasti akan tertantang untuk mencoba menjadi seorang enterpreneurship. Yang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kehidupan, banyak sekali pilihan yang disuguhkan, apalagi di dunia pekerjaan, kita bebas memilih mau menjadi apa kelak. Jika anda adalah tipe orang yang menyukai tantangan dan tidak mudah menyerah, anda pasti akan tertantang untuk mencoba menjadi seorang enterpreneurship. Yang pertama harus diperhatiakan menjadi seorang enterpreneur adalah memahami perubahan pasar yang biasanya menyangkut 3 hal pokok sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Teknologi</li>
<li>Ekonomi</li>
<li>Sosial, politik dan budaya</li>
</ol>
<div>Jika anda sudah bisa membaca pasar, mari analisa diri anda, mungkin saja anda termasuk dalam golongan seorang enterpreneur. Berikut ciri-ciri seorang enterpreneur :</div>
<div>
<ul>
<li>Pandai mengelola ketakutan, karena sebenarnya ketakutan itu mempunyai ketakutan juga,</li>
<li>Mempunyai cara memandang sesuatu yang berbeda misalnya saja melihat sebuah masalah, kesulitan, perubahan diri, lingkungan, trend, bahkan kejadian,</li>
<li>Pemasar sejati atau penjual yang ulung,</li>
<li>Suka melawan arus dan berani menghadapi tantangan baru,</li>
<li>High determination, keteguhan hati yang tinggi,</li>
<li>Tidak mau menerima apa yang ada didepannya, atau tidak cepat merasa puas. (Perfectionist)</li>
</ul>
<div>Kalau itu semua ada di dalam diri anda, kenapa tidak anda mencoba merubah nasib dan memutar balik arah, namun harus disesuaikan juga dengan kemampuan anda, karena sebuah mimpi memang boleh tinggi, tetapi juga harus diimbangi dengan realitas, yang paling penting adalah anda bisa meyakinkan diri anda bahwa anda bisa menjadi seorang enterpreneurship yang ulung dan berani menghadapi risiko, sebelum melangkah persiapkanlah semuanya dengan persiapan yang matang jangan sampai anda nanti kehabisan &#8220;nafas&#8221;.</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifehacks.web.id/tantangan-hidup-menjadi-seorang-enterpreneurship/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Hal Yang Harus Diperhatikan Oleh Calon Enterpreneur</title>
		<link>http://lifehacks.web.id/3-hal-yang-harus-diperhatikan-oleh-calon-enterpreneurship</link>
		<comments>http://lifehacks.web.id/3-hal-yang-harus-diperhatikan-oleh-calon-enterpreneurship#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Sep 2011 02:31:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>puji</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Writers]]></category>
		<category><![CDATA[Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[enterpreneur]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifehacks.web.id/?p=856</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi seorang enterpreneur memang sebuah dream job saat ini, banyak sekali peluang yang bisa dikelola untuk menjadi sukses dibidang ini. Namun ada beberapa hal juga yang harus diperhatikan untuk anda para calon enterpreneur. 1. Modal Semua usaha memang membutuhkan modal, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi seorang enterpreneur memang sebuah dream job saat ini, banyak sekali peluang yang bisa dikelola untuk menjadi sukses dibidang ini. Namun ada beberapa hal juga yang harus diperhatikan untuk anda para calon enterpreneur.</p>
<p><strong>1. Modal</strong></p>
<p><strong></strong>Semua usaha memang membutuhkan modal, nah namun dalam dunia enterpreneur modal itu tidak hanya berhubungan dengan uang, ini dia modal yang anda butuhkan.</p>
<ul>
<li>Pengetahuan (knowledge)</li>
<li>Kemampuan (skill)</li>
<li>Pengalaman (experience)</li>
<li>Jaringan (networking)</li>
<li>Informasi</li>
<li>Sumber lainnya (source)</li>
<li>Waktu (time)</li>
<li>Kesempatan dan masa depan (opportunities and future)</li>
</ul>
<div>Dalam semua modal yang tercantum, saling berkesinambungan dari satu hal ke hal yang lain. Pengetahuan yang anda miliki bisa diimbangi dengan kemampuan, apalagi jika anda pernah mendapatkan pengalaman, dari situ mulailah membentuk atau memelihara jaringan yang sudah anda punya Dari sana anda bisa mendapatkan informasi-informasi dari berbagai sumber, anda juga harus pandai mengatur waktu, serta melihat peluang-peluang yang ada saat ini dan di masa mendatang.</div>
<div><strong>2. Gali potensi yang anda miliki</strong></div>
<div>Kenalilah apa saja yang anda sukai, temukan passion anda, karena dengan itu anda juga akan bekerja dengan lebih semangat. Jika anda belum mengenal potensi yang anda miliki, berhati-hatilah, kalau salah memilih, anda bisa kehilangan langkah.</div>
<div>Selalu menyiapkan plan B, untuk mengantisipasi risiko yang terkadang tak sebanding dengan yang terjadi. Gunakan kreativitas tanpa batas anda, dan buat sesuatu yang tidak biasa, karena kreativitas merupakan cikal bakal ide untuk menemukan peluang berdasarkan intuisi.</div>
<div>Terkadang seseorang merasa bisa melihat peluang pasar, namun tak sesuai dengan pilihan atau langkah hidupnya, yang selanjutnya malah membuat berhenti ditengah jalan. Jika anda sudah menemukan apa yang anda inginkan, lihat kembali kemampuan diri anda untuk mengelola dan menjalankan sebuah usaha yang ingin anda kerjakan.</div>
<div><strong>3. Membuat perencanaan yang matang</strong></div>
<div>Sebuah usaha tanpa perencanaan yang matang akan menyebabkan banyak hal yang akan menghambat perkembangannya. Dalam menyusun rencana, anda harus mengenali risiko-risiko apa saja yang kelak anda hadapi, seorang enterpreneur juga biasa dijuluki orang yang berani memutuskan dan mengambil risiko dari satu atau lebih pilihan yang semua pilihannya mempunyai manfaat dan risiko yang sama. Nah itu dia tantangan tersendiri dalam membentuk usaha itu.</div>
<div>Pilihlah team-team yang bisa bekerja sama dan memiliki visi yang sama dengan anda, misalnya saja seorang yang idealis bekerjasama dengan orang kapitalis, ya pasti akan susah untuk menyatukannya. Karena hal ini menyangkut kelangsungan usaha yang anda rintis, anda tidak mau kan, usaha anda menemukan terlalu banyak kendala, walaupun kendala tersebut merupakan tantangan, ya tetapi hal itu malah menjadi penghambat kinerja.</div>
<div>Perencanaan yang anda buat harus perhatikan secara detail dan matang, jangan terburu-buru dalam menentukan keputusan dalam membentuk apapun termasuk siapa orang yang akan anda ajak kerjasama. Setelah rencana semua sudah matang barulah anda melangkah ke tahapan-tahapan berikutnya. Semoga berguna dan bermanfaat.</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifehacks.web.id/3-hal-yang-harus-diperhatikan-oleh-calon-enterpreneurship/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>6 Langkah Menghadapi Situasi Sulit</title>
		<link>http://lifehacks.web.id/6-langkah-menghadapi-situasi-sulit</link>
		<comments>http://lifehacks.web.id/6-langkah-menghadapi-situasi-sulit#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Nov 2010 07:29:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>puji</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Writers]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifehacks.web.id/?p=512</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai manusia biasanya, kita terkadang bertemu dengan situasi yang sangat membingungkan, dan disaat itu kita dituntut untuk mengambil keputusan secara cepat. Seringkali, karena situasi yang kita hadapi tergolong sulit, bukan akal sehat tapi emosi yang selalu kita dahulukan. Untuk mengatasi ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai manusia biasanya, kita terkadang bertemu dengan situasi yang sangat membingungkan, dan disaat itu kita dituntut untuk mengambil keputusan secara cepat. Seringkali, karena situasi yang kita hadapi tergolong sulit, bukan akal sehat tapi emosi yang selalu kita dahulukan.</p>
<p>Untuk mengatasi hal tersebut, ada beberapa cara yang bisa sedikit membantu:</p>
<p>1. Berdoa, hal utama yang kadang kita lupakan, tanamkan dipikiran anda bahwa Tuhan selalu memberi cobaan yang bisa dilalui oleh makhluknya. Jadi teruslah berdoa.</p>
<p>2. Tegas, apabila masalah yang anda hadapi menyangkut keluarga anda, dahulukan-lah mereka, jangan takut untuk bersikap tegas. Jangan mudah terpengaruh dengan masukan-masukan yang tidak jelas dari mana sumbernya dan siapa yang memberi masukan, pertahankan argumen anda yang menurut anda lebih baik.</p>
<p>3. Support, kadang menghadapi situasi sulit seperti contohnya masalah keluarga agak susah untuk mencari dukungan, jangan tunggu sampai orang lain memberi dukungan kepada anda, mulailah anda mendukung diri anda dan anggota keluarga yang tertimpa masalah. Beri pengertian kepada mereka bahwa anda dan keluarga pasti dapat menyelesaikan masalah ini dengan cara anda sendiri.</p>
<p>4. Jangan terlalu banyak mengeluh, wajar saja sebagai manusia kita sering mengeluh untuk menghadapi sebuah masalah besar, asal jangan berlebihan saja, karena mengeluh juga tidak akan menyelesaikan masalah anda.</p>
<p>5. Jangan ragu untuk mengeluarkan unek-unek anda dengan orang yang benar-benar bisa anda percaya, hal ini akan membantu mengurangi beban pikiran yang anda tanggung, pastikan orang tersebut membawa pengaruh positif bagi anda.</p>
<p>6. Bersabar dan mulai menyicil. Jika anda merasa masalah ini tak dapat diselesaikan sekaligus, cicil saja. Mulai memilih hal mana yang harus anda selesaikan terlebih dahulu. Jangan berputus asa. Mulailah menyelesaikannya secara perlahan atau bertahap.</p>
<p>Itu dia 6 langkah untuk menghadapi masalah yang cukup sulit, kesimpulannya, tetap fokus dengan apa yang anda hadapi dan peliharalah pemikiran logis agar emosi anda dapat dikelola dengan baik, bersabar dan jangan takut salah, karena kesalahan juga sebagai pembelajaran agar kita berani bertindak. Selalu yakin bahwa anda bisa menghadapi situasi yang sulit ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifehacks.web.id/6-langkah-menghadapi-situasi-sulit/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>4 Hal Penting Ketika Wawancara Kerja Ala Eureka Interview</title>
		<link>http://lifehacks.web.id/4-hal-penting-ketika-wawancara-kerja-ala-eureka-interview</link>
		<comments>http://lifehacks.web.id/4-hal-penting-ketika-wawancara-kerja-ala-eureka-interview#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2010 07:33:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mohammad Genta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Writers]]></category>
		<category><![CDATA[Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifehacks.web.id/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[Wawancara kerja merupakan suatu gerbang bagi diri kita mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan. Biasanya kesempatan wawancara di perusahaan yang sama hanya satu kali, jarang yang mendapat kesempatan kedua kecuali rekomendasi atau wawancara yang pertama begitu berkesan dan baik. Eureka Interview ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wawancara kerja merupakan suatu gerbang bagi diri kita mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan. Biasanya kesempatan wawancara di perusahaan yang sama hanya satu kali, jarang yang mendapat kesempatan kedua kecuali rekomendasi atau wawancara yang pertama begitu berkesan dan baik. Eureka Interview (sebuah konsultan yang bergerak dalam bidang pelatihan wawancara kerja) memiliki beberapa tips dan saran ketika mengikuti wawancara kerja. Mari kita lihat bersama.</p>
<ol>
<li>Yakinkan diri Anda bahwa posisi pekerjaan dan perusahaan yang dilamar merupakan perusahaan dan posisi yang tepat untuk Anda. Ketika kita memiliki sebuah passion tertentu di suatu pekerjaan, biasanya akan terlihat ketika wawancara. Orang yang senang berhubungan dengan orang, orang yang senang mengutak atik barang atau tipe-tipe orang lainnya memiliki karaktersitik tertentu. Kemungkinan diterimanya orang yang menyenangi pekerjaannya dan perusahaan tempat dia melamar akan lebih besar dibanding yang tidak.</li>
<li>Miliki keselarasan antara CV dan surat lamaran yang Anda buat dan juga omongan yang Anda bicarakan ketika wawancara. Apabila Anda memasukkan lamaran sebagai web designer, Anda bisa menuliskan CV dengan bentuk desain web dengan informasi mengenai web web apa saja yang sudah Anda buat dan ketika wawancara bisa menceritakan dengan baik apa yang Anda buat tersebut. Keselarasan yang Anda buat sedikit banyaknya akan membantu ketika proses perusahaan mengambil keputusan apakah Anda layak diterima. Ketika Anda tidak ada secara fisik, CV dan lamaran Anda menjadi bahan pertimbangan, tetapi setelah wawancara, kesan yang Anda buat akan turut dipertimbangkan selanjutnya biasanya.</li>
<li>Biasakan latihan. Latihan wawancara menjadi sangat dibutuhkan apabila kita belum terbiasa wawancara atau sudah wawancara beberapa kali tetapi belum diterima. Bisa jadi ada beberapa hal yang kita terlupa ketika wawancara kerja tersebut berlangsung. Latihan bisa dimulai dari diri sendiri dihadapan kaca, bisa juga dihadapan keluarga atau teman kita, bisa juga latihan wawancara kerja dihadapan orang lain yang mengerti kurang lebihnya wawancara kerja untuk dimintai saran mengenai penampilan kita. Pastikan Anda mengetahui sopan santun ketika wawancara kerja. Eureka Interview berkeyakinan bahwa pada saat wawancara kerja, sikap kita lebih mendapat banyak perhatian di sebagian besar perusahaan. Pada saat wawancara inilah proses mencari kecocokan antara pemberi kerja dan pencari kerja.</li>
<li>Selalu dekat dengan Tuhan. Banyak kejadian yang tidak bisa dikontrol oleh manusia. Misalnya ketika hari wawancara kerja, orang tua kita sakit atau kendaraan kita mengalami masalah, bisa juga kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan lainnya terjadi. Ketakutan-ketakutan kita terhadap hal-hal yang tidak bisa kita kontrol inilah yang mesti kita pasrahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Perbanyak ibadah kepadaNya. Pada hakikatnya kita berjuang untuk menjemput rizkiNya. Banyak kemungkinan rizki tersebut datangnya dari sumber yang tidak kita sangka-sangka. Semakin dekat dengan Tuhan, insyaAllah semakin tenang hati kita. Hati tenang sangat penting ketika menghadapi berbagai macam proses mencari kerja termasuk wawancara kerja yang terkadang tidak sesuai bayangan kita sebelumnya.</li>
</ol>
<p>Semoga artikel ini bermanfaat. Nantikan artikel kami berikutnya. Silahkan berkomentar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifehacks.web.id/4-hal-penting-ketika-wawancara-kerja-ala-eureka-interview/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>8 Tips Komunikasi Agar Tetap Mesra dengan Pasangan</title>
		<link>http://lifehacks.web.id/8-tips-komunikasi-agar-tetap-mesra-dengan-pasangan</link>
		<comments>http://lifehacks.web.id/8-tips-komunikasi-agar-tetap-mesra-dengan-pasangan#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 13:31:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>puji</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Writers]]></category>
		<category><![CDATA[Relationship]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[ldr]]></category>
		<category><![CDATA[reationship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifehacks.web.id/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[ dan yang menjadi sumber masalah terkadang adalah waktu, karena bisa menghalangi kita untuk menjaga hubungan dengan pasangan yang berada jauh dengan kita. Terutama untuk beberapa orang yang susah membagi waktu karena kesibukannya. Semoga tips dibawah ini bisa membantu untuk tetap ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="quote_left">Jarak kadang bisa menjadi sebuah masalah yang menghambat terjalinnya komunikasi kita dengan pasangan</span> dan yang menjadi sumber masalah terkadang adalah waktu, karena bisa menghalangi kita untuk menjaga hubungan dengan pasangan yang berada jauh dengan kita. Terutama untuk beberapa orang yang susah membagi waktu karena kesibukannya.</p>
<p>Semoga tips dibawah ini bisa membantu untuk tetap berkomunikasi baik dengan pasangan anda.</p>
<p>1. Luangkan waktu beberapa menit untuk sekedar menanyakan kabar pasangan via e-mail, SMS, dan apabila ada cukup waktu untuk berbicara, telfon pasangan anda walau hanya sebentar saja. Karena komunikasi adalah kunci menjaga hubungan anda dan pasangan.</p>
<p>2. Fokus. Pada saat anda menghubungi pasangan, tinggalkan sejenak beberapa aktifitas yang sedang anda kerjakan terutama jika anda termasuk orang yang susah membagi pikiran, dengarkan pasangan anda berbicara.</p>
<p>3. Jangan abaikan pasangan anda bila mengajak anda berdiskusi dalam beberapa hal. Dan jangan alihkan pembicaraan ketika sedang berdiskusi.</p>
<p>4. Jangan menunda waktu apabila ada pembicaraan yang dirasa sangat penting, karena bila anda tunda akan membuat malas untuk membahasnya diwaktu selanjutnya, jika memang tak memungkinkan untuk dibahas saat itu juga, catat poin-poin yang ingin anda bicarakan.</p>
<p>5. Carilah waktu yang tepat bersama dia apabila ingin bicara lama via telfon, video call, chat, dan lainnya jangan sampai menganggu aktifitas anda maupun pasangan anda.</p>
<p>6. Jujurlah dengan pasangan tentang perasaan anda, katakan dengan apa adanya hal yang akan anda utarakan ke dia.</p>
<p>7. Mengalah, apabila anda dan pasangan terlibat obrolan yang bisa memicu pertengkaran.</p>
<p>8. Tampunglah semua cerita dari pasangan anda dan pancing dia untuk bercerita jangan lupa buatlah dia nyaman saat menceritakan semuanya kepada anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifehacks.web.id/8-tips-komunikasi-agar-tetap-mesra-dengan-pasangan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Tips Menghadapi Ketakutan Dimasa Depan</title>
		<link>http://lifehacks.web.id/5-tips-menghadapi-ketakutan-dimasa-depan</link>
		<comments>http://lifehacks.web.id/5-tips-menghadapi-ketakutan-dimasa-depan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 09:44:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>puji</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Writers]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[ketakutan]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifehacks.web.id/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[Setiap hari kita terbangun dari tidur untuk kembali memulai aktifitas dipagi hari, menyiapkan diri untuk kembali bekerja, sekolah, dan melakukan kegiatan lainnya, kadang untuk memulai hari tersebut timbul perasaan malas. Malas sendiri bisa diartikan sebuah tindakan yang bisa menghalangi dan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap hari kita terbangun dari tidur untuk kembali memulai aktifitas dipagi hari, menyiapkan diri untuk kembali bekerja, sekolah, dan melakukan kegiatan lainnya, kadang untuk memulai hari tersebut timbul perasaan malas.</p>
<p>Malas sendiri bisa diartikan sebuah tindakan yang bisa menghalangi dan menunda aktifitas kita.</p>
<p>Bagaimana rasa malas itu muncul? Ternyata banyak hal yang memicu kita untuk malas, dan salah satunya ketakutan untuk menghadapi masa depan, dengan pemikiran ini kita sudah menunda satu pekerjaan yang harusnya kita lakukan. </p>
<p><span class="quote_right"> Bagaimana kita bisa tahu apa yang akan terjadi dihari ini kalau kita tidak mencobanya?? </span>Kita bisa saja memprediksikan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, namun mari kita coba dulu untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan itu, bisa saja besok akan lebih sulit lagi.</p>
<p>1. Mulailah bangun tidur dengan perasaan bersyukur, karena kita masih diberi kesempatan lagi untuk memperbaikinya hari ini, ikhlaskan kaki kita menyentuh lantai pada saat kita terbangun dari tempat tidur yang nyaman itu. Pikirkan hal-hal yang menarik sebelum memulai aktifitas dipagi ini, atau pergilah ke kamar mandi, lalu bersihkan diri kita.</p>
<p>2. Carilah sumber inspirasi pagi hari, seperti ibu kita misalnya? Bayangkan jika beliau selalu menyiapkan hal yang terbaik untuk disantap pagi ini. Dan bagaimana prosesnya?? Ibu selalu ikhlas untuk melakukan semua aktifitas dipagi hari. Nah contohlah beliau, sebuah inspirasi kecil yang ada dari rumah kita.</p>
<p>3. Motivasi diri sendiri, kita bisa membentuk motivasi untuk diri kita dengan niat, berniatlah sungguh-sungguh untuk melawan rasa malas dari diri kita, niat bisa menentukan sebuah kualitas diri. Dengan niat besar berarti kita sudah berani untuk mengambil langkah selanjutnya. Agar nilai dari niat kita berkualitas, lakukan sebuah tindakan nyata. Sering kali nilai dari produktifitas kita berkurang karena niat yang salah, ataupun terlalu banyak menjanjikan kepada diri kita sendiri hal-hal yang belum kita wujudkan.</p>
<p>Apabila niat kita salah maka semua tindakan akan berjalan tak sesuai dengan rencana. Jadi niatlah dengan sungguh-sungguh dan jangan terlalu memikirkan hal-hal yang muluk.</p>
<p>4. Lalu selanjutnya untuk langkah tindakan, jangan pikirkan hal terburuk akan terjadi hari ini, memang kita harus antisipasi dengan segala kemungkinan tersebut. Gunakanlah pikiran positif karena hampir semua pemikiran negatif yang ada dalam bayangan kita itu hanya 10% saja yang akan terjadi.</p>
<p>5. Pasrahkan diri kita kepada Tuhan, hal ini juga merupakan sebuah proses dimana kita diminta untuk bersabar, banyak yang bilang kesabaran seseorang itu ada batasannya, namun ternyata orang yang sabarlah yang jumlahnya terbatas.  Jadi nikmatilah proses kehidupan ini, tak perlu takut berbuat salah dan buanglah rasa malas dalam diri kita.</p>
<p>Setiap manusia pasti pernah gagal, namun tergantung bagaimana dia menolong dirinya untuk selalu bangkit kembali. Mari berani.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifehacks.web.id/5-tips-menghadapi-ketakutan-dimasa-depan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>20 Tips Keuangan ala Safir Senduk #4</title>
		<link>http://lifehacks.web.id/20-tips-keuangan-ala-safir-senduk-4</link>
		<comments>http://lifehacks.web.id/20-tips-keuangan-ala-safir-senduk-4#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 21:54:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lifehacks</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Writers]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[safir senduk]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifehacks.web.id/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[1. Mana yg Lebih Untung: Beli Saham Langsung atau Reksa Dana Saham? Beli Saham Langsung. Cuma Risikonya Lebih Besar 2. Tidak ada 1 Produk pun yg Paling Bagus/Jelek utk semua orang. Ini karena Sikon Orang beda2 3. Orang tua yang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Mana yg Lebih Untung: Beli Saham Langsung atau Reksa Dana Saham? Beli Saham Langsung. Cuma Risikonya Lebih Besar</p>
<p>2. Tidak ada 1 Produk pun yg Paling Bagus/Jelek utk semua orang. Ini karena <em>Sikon</em> Orang beda2</p>
<p>3. Orang tua yang punya Anak Balita bisa invest ke Produk Investasi yang lebih agresif, seperti ReksaDana Saham</p>
<p>4. Bank Assurance adalah Asuransi yang dijual lewat Perbankan. Cocokkah bagi seorang Karyawan? Cocok cocok saja</p>
<p>5. Invest di Emas? Bagus. Silakan. Emas Batangan; Koin lebih baik untuk investasi dibanding Emas Perhiasan</p>
<p>6. Buat Anda yang Baru Lulus, cari Pekerjaan. Tapi jangan takut untuk Buka Usaha</p>
<p>7. Cara Terbaik Siapkan Pensiun adalah dengan memiliki Properti. Saat Pensiun, sewakan Properti tersebut</p>
<p>8. Pengeluaran Terbagi 3: Wajib, Butuh, Ingin</p>
<p>9. Mobil apa Rumah dulu? Buat Single: Beli Mobil Dulu. Buat yang Sudah Berkeluarga: Beli Rumah, baru Mobil</p>
<p>10. Cara Terhalus Nolak Temen yang Selalu Minjem Duit: pinjamkan 10% saja dari Permintaannya. Tapi cukup 1x saja</p>
<p>11. Kalau Anda punya Uang Lebih, daripada Lunasi KPR, pertimbangkan Investkan ke Tempat lain</p>
<p>12. Visualkan Tujuan Keuangan dlm bentuk Gambar yang Anda tempel di Meja Kerja</p>
<p>13. Dalam Bisnis Travel, marginnya sering Cukup Tipis. Penghematan Pengeluaran harus banyak dilakukan</p>
<p>14. Single belum punya Investasi apa-apa? Mulailah sisihkan beberapa ratus ribu Rupiah ke Tabungan Berjangka</p>
<p>15. Kalau Anda anak muda, pertimbangkan untuk memiliki Portofolio Reksa Dana Saham yang Cukup Besar</p>
<p>16. Liburan Super Hemat? Pertimbangkan Lokasi yang ada Teman/Saudara untuk menginap</p>
<p>17. Pertimbangkan punya Reksa Dana; Asuransi Jiwa yang Terpisah</p>
<p>18. Urgent Mana: Asuransi apa Investasi? Kalau Sudah Ada Tanggungan: Asuransi. Kalau Belum Punya Tanggungan: Investasi</p>
<p>19. Kalau Invest untuk jangka panjang, maka silakan beli rutin berapapun Harga Produk Investasinya. Mis: Rutin Beli Emas tiap bulan</p>
<p>20. Kalau Anda invest untuk cari untung jangka pendek (Trading), maka jangan beli ketika Harga Produk Investasi itu sdg naik</p>
<p>——————————————————————————————–</p>
<p>Note :  Setiap Senin, pk.9.00-14.00WIB, Anda bisa minta Tips Keuangan dengan melakukan mention ke akun @SafirSenduk dengan menyertakan #MintaTipsSS</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifehacks.web.id/20-tips-keuangan-ala-safir-senduk-4/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengajarkan Keuangan Pada Anak</title>
		<link>http://lifehacks.web.id/mengajarkan-keuangan-pada-anak</link>
		<comments>http://lifehacks.web.id/mengajarkan-keuangan-pada-anak#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2010 03:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lifehacks</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Writers]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[ahmad gozali]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifehacks.web.id/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[Mengajarkan pendidikan finansial pada anak sangat penting, karena jika tidak maka anak akan belajar dari lingkungan yang belum tentu baik untuknya. Ada orang tua yang tidak mau untuk mengajarkan hal tersebut, karena takut anaknya menjadi &#8220;matre&#8221;. Padahal karena tidak diajarkan, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengajarkan pendidikan finansial pada anak sangat penting, karena jika tidak maka anak akan belajar dari lingkungan yang belum tentu baik untuknya. Ada orang tua yang tidak mau untuk mengajarkan hal tersebut, karena takut anaknya menjadi &#8220;matre&#8221;. Padahal karena tidak diajarkan, maka anak tidak punya filter mana baik dan buruk.</p>
<span class="quote_right">Pendidikan finansial pada anak sangat berkaitan dengan pola asuh orang tua. Jangan harap bisa instan, perlu proses dan orang tua pun harus ikut berubah.</span>
<p>Uang saku. Tujuannya bukan untuk membatasi atau mnyengsarakan anak. Tapi membuat anak belajar mengambil keputusan dan tanggung jawab.</p>
<p>Untuk anak TK, yang baru belajar berhitung, belajar nilai uang, dan belum kuat ingatan timelinenya, bisa anda batasi jumlah atau frekuensi jajannya saja. Jika sudah bisa menghitung, dan sudah bisa mengingat timeline, bisa mulai biasakan uang saku harian. Walo mngkin uangnya masih dipegang oleh orang tua. Dan kietika anak sudah bisa berhitung, mengingat timeline (besok, lusa, kemarin, pekan depan, dst),  anak sdh siap diberi uang saku harian.</p>
<p>Agar bisa belajar menahan keinginan, mengatur diri dan belajar mengambil keputusan, Anak SD akhir sudah bisa dicoba untuk diberi uang saku selama satu pekan atau tetap harian. Yang penting ada aturan konsisten. Sedangkan untuk anak SMP anda sudah boleh dikenalkan dengann uang saku pekanan. Sedangkan untuk anak SMA, sudah bisa dicoba memberikan uang saku secara bulanan atau tetap per-pekan, tergantung pada kondisi anak. Tapi jika sudah sampai pada level mahasiswa, sebaiknya anak diberikan uang saku secara bulanan saja.</p>
<p>Bagaimana supaya uang saku tetap &#8216;aman&#8217; ditangan anak? Kunci penerapan uang saku yang perlu diperhatikan:</p>
<p>1. Aturan yg jelas (mana yangg masuk uang saku, mana yang tanggung jawab orang tua),</p>
<p>2. KONSISTEN (termasuk orang tua)</p>
<p>Bagaimana jika anak tidak diberikan uang saku? anak tidak diberi uang dan hanya meminta jika si anak butuh? Tanpa uang saku, anak tidak belajar untuk mengambil keputusan. Tidak perlu pilih A ato B, atau tidak perlu tunda besok sampai uang cukup. Tanpa uang saku, anak bahkan dengan enaknya tidak perlu membuat keputusan sama sekali. Mau apa saja tinggal minta sama orang tua, itu tidak baik untuk perkembangan secara psikologisnya.</p>
<p>Selain pemberian uang saku, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan oleh orang tua dalam memberikan edukasi finansial pada anak. Apa saja itu:</p>
<p>1. Jangan bertransaksi tidak tunai (hutang, bayar dengan kartu) di depan anak kecil tanpa penjelasan apapun.</p>
<p>2. Hindari mengambil uang di ATM dengan disaksikan anak, tanpa memberikan penjelasan apapun.</p>
<p>Kemudian, pendidikan finansial kurang lengkap tanpa pembelajaran investasi. Mari kita telusuri lebih lanjut. Investasi atau dalam bahasa anak-anaknya sering kita sebut &#8216;celengan&#8217;. Pada tahap pertama, menabung untuk anak adalah dengan celengan, kalau bisa anak pilih sendiri, supaya lebih merasa tanggung jawab. Kesalahan yang sering dilakukan orang tua dalam mengajarkan anaknya menabung adalah <em>&#8220;Sisakan uang jajan utk ditabung&#8221;</em>, Itu cara lama dan sungguh tidak efektif. Bagaimana dengan yang efektif? katakan <em>&#8220;Ini uang jajanmu, masukan celengan dulu, sisanya boleh dihabiskan&#8221;</em>. Itu lebih efektif dan jauh lebih menyenangkan untuk anak. Jika perlu, orang tua bisa menambahkan setoran celengan agar anak lebih semangat. Dalam memilih ukuran celengan, jangan terlalu besar sehingga anak tidak merasa &#8216;putus asa&#8217; karena celengannya tidak penuh-penuh. Mulailah dari yangg kecil terlebih dulu. Dan bagi orang tua, prinsip &#8220;<em>Saving dulu baru shopping</em>&#8221; berlaku untuk orang tua juga, artinya anda sebagai orang tua juga harus memberikan modeling yang baik untuk anak.</p>
<p>Jika sudah mulai teratur dan memiliki uang yang cukup, dan anak sudah mengerti konsep bank (usia SD), buatkan rekening untuknya di bank. <em>It&#8217;s fun for them</em>. Buka rekening atas nama anak, biarkan ia simpan bukunya. Jika meggunakan fasilitas ATM, simpan atau harus dalam pengawasan orang tua sampai anak siap.</p>
<p>Dalam hal teknisnya, Orang tua jangan &#8220;menabungkan&#8221; ke bank, tapi anak harus ikut ke bank. Berikan interaksi langsung pada anak. Ketika beranjak SMP, anda tidak perlu mengantarkan, anak sudah bisa ke bank sendiri. Ingat! Orang tua DILARANG menggunakan tabungan anak tanpa izin. Hargai usaha anak yang telah menabung.</p>
<p>Kemudian yang tak kalah pentingnya, ajarkan anak untuk bersedekah. Bukan hanya karena disuruh Ibu Guru di sekolah, tapi berikan pengertian tentang sedekah kepada anak, supaya ada pemahaman yang benar dan ada nilai-nilai luhur yang tertanam pada anak.</p>
<p>Jangan lupa juga anak untuk melihat proses anda, ajak ke kantor, toko atau pasar. Biarkan anak melihat apa yang dilakukan oleh anda. So, saatnya memberikan pendidikan finansial kepada anak sejak dini.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><em>Note : </em></p>
<p><em>- Anda bisa bertanya dan membaca tips-tips perencanaan keuangan dengan mengikuti akun twitter </em><a href="http://twitter.com/ahmadgozali" target="_blank"><em>@ahmadgozali</em></a><em> atau kunjungi </em><a href="http://ahmadgozali.com/" target="_blank"><em>blognya</em></a><em>.</em></p>
<p><em>- Foto credit from </em><em><a href="http://i.ivillage.com/PP/kidsimages/kids_money/PP_money_toddler2_325.jpg">here</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifehacks.web.id/mengajarkan-keuangan-pada-anak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Served from: lifehacks.web.id @ 2012-05-19 13:35:04 -->
